
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah. Berdasarkan spanduk utama di lokasi acara, kegiatan ini bertajuk “Bantuan Pangan Gubernur”. Penyerahan bantuan ini dipusatkan pelaksanaannya di lingkungan Kantor Kecamatan Basarang.
Program bantuan ini ditujukan secara spesifik bagi para korban bencana kabut asap dan kebakaran lahan. Spanduk di lokasi dengan jelas menyatakan bahwa inisiatif ini diperuntukkan “Untuk Masyarakat Terdampak Karhutla”. Lebih lanjut, tulisan pada spanduk tersebut juga menegaskan bahwa wilayah sasarannya berada “Di Provinsi Kalimantan Tengah”.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi tingkat provinsi dan kabupaten untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Gubernur Kalimantan Tengah turun langsung memimpin kegiatan ini dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi. Kedatangan rombongan provinsi ini disambut dengan baik oleh Bupati Kapuas, Sekda Kapuas, serta Camat Basarang selaku pemangku wilayah setempat.
Sinergi antar instansi dalam penanggulangan bencana darurat juga terlihat kuat dari kehadiran aparat keamanan. Komandan Kodim (Dandim) Kabupaten Kapuas dan Kapolres Kapuas turut hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut. Kehadiran pihak TNI dan Polri ini menegaskan komitmen pengamanan dan dukungan logistik dalam mengatasi krisis kebakaran hutan yang melanda.
Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib di bawah sebuah tenda, di mana para warga dan tamu undangan tampak duduk di deretan kursi plastik berwarna biru. Di bagian depan, beberapa pejabat dan peserta acara terlihat berdiri berjejer tepat di bawah spanduk utama. Spanduk itu sendiri menampilkan foto dua tokoh pimpinan daerah yang mengenakan seragam dinas resmi berwarna putih.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan logistik dalam jumlah yang sangat masif bagi para korban. Tercatat sebanyak 1000 paket sembako dibagikan secara langsung untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Selain kebutuhan pangan pokok, pemerintah juga mendistribusikan pasokan air bersih yang kini menjadi komoditas langka dan sangat dibutuhkan warga.
Mengingat kondisi kualitas udara yang memburuk akibat pekatnya asap kebakaran, aspek perlindungan pernapasan warga juga menjadi prioritas. Gubernur mengambil inisiatif untuk membagikan masker secara langsung kepada masyarakat yang hadir. Keparahan situasi bencana ini sejalan dengan grafis pada spanduk acara yang memperlihatkan ilustrasi kobaran api besar dan upaya pemadaman.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi ajang penyampaian aspirasi warga dari tingkat bawah. Kepala Desa Bungai Jaya, Ali Mustapa, hadir secara khusus sebagai perwakilan dari para kepala desa di sekitar wilayah terdampak. Ia memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan kondisi riil dan kendala utama yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Menyadari pentingnya peralatan teknis dalam menjinakkan titik-titik api yang bermunculan, Ali Mustapa mengajukan permohonan strategis kepada Gubernur. Sang Kepala Desa secara terbuka meminta tambahan bantuan berupa mesin air beserta selang penyemprot. Peralatan teknis ini dinilai sangat krusial dan mendesak untuk mempercepat penanggulangan karhutla sebelum merambat semakin luas.
Selain berfokus pada bencana kebakaran, kunjungan kerja pimpinan daerah ini juga diisi dengan evaluasi program kesejahteraan lainnya. Gubernur menyempatkan diri untuk memonitor langsung progres penyaluran bantuan huma betang pada kesempatan yang sama. Langkah pemantauan menyeluruh ini dilakukan guna memastikan seluruh skema bantuan pemerintah provinsi terdistribusi dengan lancar.